SABTU 1 NOVEMBER 2008
<a href=”“>Setelah lama menunggu, kami bertemu di bunderan KBRI jam 10 malam. Tetapi, tetap saja, banyak anak-anak yang datang tidak tepat waktu. Kami juga dibekali jaket SIB yang berwarna abu-abu. Sebelum berangkat, kami mengadakan sesi foto-foto, nasihat oleh Om Datu dan doa bersama oleh Bpk Budi. Setelah berdoa, kira2 jam 12 malam, kami berangkat bersama orang tua siswa dan teman-teman menuju Airport.
Sesampainya di Suvarnabhum Aiport, kami langsung check-in bagasi di gate G dengan pesawat Garuda Indonesia. Selanjutnya, karena lapar, kami pergi ke Family Mart. Oleh karena kecuekan kami terhadap barang-barang (bagasi), kami dinasehati oleh Bapak Didid. Selanjutnya, kami check-in.
Setelah check-in, kami menghadapi sedikit masalah, terutama Shinta yang harus rela karena cologne-nya disita oleh petugas. Masalah kedua adalah masalah yang terulang dari tahun lalu, yaitu keterlambatan kita karena ada tulisan “last call”. Perjalanan tersebut terbilang melelahkan dan memakan waktu sekitar 3 jam 10 menit.

photo dg kel. dkk
MINGGU 2 NOVEMBER 2008
Rombongan SIB tiba di Indonesia, Jakarta kira-kira pukul 5 pagi. Selanjutnya, setelah mengurus bagasi, kami dapat keluar dan bertemu dengan saudara Dany Gunawan. Selanjutnya, kami menghadapi masalah lagi. Dany kehilangan passport yang akhirnya ditemukan di koper. Kami tiba di Yogyakarta pukul 9 pagi. Kami dijemput oleh Kak Siswati. Kami juga bertemu dengan Bu’ Rini, kakak Ibu Endang Sri yang juga memberikan makanan untuk kami.
Lebih menghebohkan lagi, kami melihat Lintang dan langsung berteriak,“Lintanggg!“ Sejenak, kami menjadi pusat perhatian hingga seseorang berkata,“Woi! Ini Indo.“ Selanjutnya, kami di antar oleh panitia ke Yogyakarta Plaza Hotel.
Sesampainya di sana, kami bertemu dengan beberapa anak dari sekolah lain. Kami juga belum mendapat kamar. Oleh karena itu, kami jengkel dan ini menyebabkan timbulnya rasa lapar (ahaha). Kami langsung makan siang jam 11 di warung terdekat dan beberapa anak SIB pergi membeli pulsa dan nomor.
Akhirnya kami baru mendapatkan kamar jam 1, tetapi itu pun baru saya, Kiki, Oza, dan Dea. Saya dan Dea di kamar 254 (yang pemandangannya bagus menghadap ke kolam) dan Kiki dan Oza di kamar 259. Shinta, Grace, dan Nadaa numpang di kamar saya. Akan tetapi, yang paling menyenangkan bagi saya adalah saya bisa mandi. Setelah itu, kami ganti baju. Dengan mengenakan baju olahraga SIB, kami berangkat ke lapangan untuk Outbond (kira-kira jam 2 siang).
Kegiatan Outbond terhalang karena hujan yang lumayan deras. Akhirnya, setelah penantian yang cukup lama, Outbond selesai pada pukul setengah 6 sore. Dan akhirnya juga, Syifa dan Nadaa mendapat kamar 241, Shinta dan Grace mendapat kamar 208, Ghalib dan Reza mendapat kamar 134, Hanif, Pak Agus, dan Dany mendapat kamar 245, dan Bu Wur mendapat kamar 234
Malam harinya adalah malam pembukaan. Ditemani dengan balutan batik, anak-anak SIB berangkat ke Ballroom. Sayang sekali karena peserta yang lainnnya memakai jas dan batik yang seragam (kira-kira kapan SIB punya batik dan jas seragam?). Dan pada malam ini juga, yel-yel dahsyat SIB akan segera dikumandangkan. Akhirnya, kami puas karena yel-yel kami mendapat sambutan yang meriah pada awal dan akhirnya.
SENIN 3 NOVEMBER 2008
Bangun pagi memang sangat tidak menyenangkan. Beruntung, saya orangnya mudah bangun. Selanjutnya, saya membangunkan Dea dan saya bersih-bersih. Kami bangun pagi untuk latihan kolaborasi. Anehnya, Syifa dan Nadaa tidak dapat bangun meskipun sudah digedor-gedor dan ditelepon berkali-kali. Hal inilah yang menyebabkan saya migrasi ke kamar Syifa. Nadaa ke kamar Kiki, dan Oza ke kamar Dea ditemani oleh ibunya Dea.
Selanjutnya kami sarapan dengan lahapnya (antara lapar dan rakus). Setelah itu, kami mandi dan siap-siap untung berangkat ke GOR tempat Kiky dan Dany bertanding. Pertandingan pertama, Kiky dihadapkan dengan Kuala Lumpur (yang mainnya aduhai lemesnya) yang akhirnya dimenangkan oleh Kiky. Selanjutnya Kiky melawan Cairo (yang merupakan musuh terberat Kiky) dan juga dimenangkan oleh Kiky. Jalan Kiky terbilang sangat mulus karena musuhnya tidak begitu berat. Sangat berbeda dengan Kiky, Dany langsung berhadapan dengan Damaskus (yang lumayan sulit) dan dimenangkan oleh Damaskus.
Acara pertandingan tersebut selesai sebelum makan siang. Seharusnya, menurut buku panduan, pertandingan dilangsungkan sampai malam hari. Oleh karena itu, kami free sampai malam hari.
SELASA 4 NOVEMBER 2008
Hari ini sangat menegangkan. Seperti biasa, kegiatan saya pada pagi hari adalah membangunkan teman sekamar, yang sekarang adalah Syifa. Selanjutnya, saya mandi dan latihan kolaborasi. Lalu, para ilmuwan SIB mempersiapkan diri dengan ganti baju seragam dan pergi ke tempat tes masing-masing.
Saya merasa saya mendapat serangan jantung mendadak ketika melihan muka teman-teman saya di dalam ruangan yang sangat santai dan sepertinya pintar-pintar. Tapi saya mencoba menghibur diri dengan mengingat orang-orang di Bangkok. Soalnya susah sekali. Soal tergampang yang membuat saya tertawa hanya satu. Setelah penantian panjang, saya keluar ruangan. Tes dilangsungkan selama 2 jam dari pukul 8:30-10:30.
Setelah itu, masih memakai seragam, kami melihat Oza membacakan puisinya yang menurut saya bagus. Akan tetapi, ada yang lebih bagus lagi yang membacakan puisi sampai berguling-guling. Selanjutnya, kami makan siang.
Setelah itu, kami melihat pertandingan Nadaa yang sangat dahsyat sampai jam 4 sore. Lalu selanjutnya pertandingan Kiky pada malam hari.
RABU 5 NOVEMBER 2008
Kegiatan pagi hari yang seperti biasa. Saya membangunkan Syifa yang sungguh susah! Pagi itu pun saya telat bangun, maklum kurang tidur. Lalu kami latihan kolaborasi dan makan pagi. Selanjutnya, kami melihat pertandingan Kiky melawan Moscow yang dimenangkan oleh Kiky. Dan finalnya, Kiky melawan Davao dan dimenangkan oleh Davao (horee.. Davao keren banget mainnya). Final laki-laki lebih seru lagi, Singapore melawan Davao yang akhirnya dimenangkan oleh Davao (saya menjagokan Davao).
Lalu selanjutnya pada jam 2 siang, kami melihat Dea tampil dengan suaranya (vibrato-nya mantep). Lalu disusul penampilan Shinta dan Grace (yang memukau) dan Ghalib dan Reza (bagus, meskipun ada kesalahan) pada malam hari. Dengan itu, saya optimis bahwa Nadaa, Dea, dan nari mendapat juara. Mereka juga disaksikan oleh keluarga Ghalib dan Reza yang sengaja datang untuk menyaksikan mereka menari.
KAMIS 6 NOVEMBER 2008
Lagi dan lagi, kegiatan pagi saya adalah membangunkan Syifa. Disusul dengan kolaborasi dan sarapan. Lalu, para ilmuwan SIB menghadapi tes praktek yang dilangsungkan selama 3 jam dari pukul 8:30 sampai 11:30. Tesnya sangat susah sekali sehingga saya tidak mengerti.
Setelah itu, dengan lesu, kami makan siang. Selanjutnya kami pergi ke Ambarukmo Plaza a.k.a Amplas. Kami makan di sana (lagi) dan pergi ke tempat favorite, Gramedia. Malam harinya kami melihat pertunjukan kakak SMKI Kasihan Bantul sembari melepas kangen sama Mb Sis, Mb Peni, dll sambil melihat-lihat sekolah mereka.
Lalu, kami mendapat uang saku masing-masing sebesar Rp1.400.000,00 ditambah kaos SILN 2008 (abu-abu merah) dan topi (merah).
JUMAT 7 NOVEMBER 2008
Hari ini adalah hari yang sangat bahagia, meskipun agak lelah karena latihan tadi pagi. Perjalanan pertama menuju Keraton yang ujung-ujungnya belanja. Jujur, saya tidak begitu menikmati perjalanan karena lelah dan panas. Ditambah lagi tempatnya kurang mengasyikkan. Selanjutnya kami pergi ke Ansor’s Silver. Kami tidak membeli apa-apa selain batik, tas batik, rujak, dan es kelapa di sana.
Perjalanan selanjutnya cukup seru karena menuju ke Prambanan. Saya cukup terhibur karena pemandangannya lumayan, sehingga foto-foto yang didapat sangat bagus. Lalu kami kembali ke hotel pada sore hari.
Malamnya adalah sangat mendebarkan. Karena pengumuman lomba. Panitia sudah menelepon Dea untuk mempersiapkan diri untuk tampil. Oleh karena itu, saya yakin Dea juara 1. Di ballroom, kami melihat KL sudah mengenakan kostum nari, oleh karena itu juga saya yakin mereka juara satu.
Dugaan saya lumayan tepat. karena Nadaa mendapat juara 2, Nari SMP dan SMA juara 3, dan Kiky juara 2. Pada saat pengumuman nyanyi, sang MC sengaja mengulur waktu, sehingga sengan jengkelnya kami berteriak,”Bangkoooookk!” Mungkin bagi orang lain kami kedengaran terlalu PeDe. Tetapi, karena rasa solidaritas yang tinggi, kami PeDe aja, toh Dea udah disuruh tampil. Dan kami benar, Dea juara 1.
Oh ya, kami juga mendapat syal batik serta pen holder dari Hotel. Lebih menggembirakan lagi, Lintang hadir di sana. Saya kasihan kepada Lintang yang harus menyaksikan tari kolaborasi kami yang hacur (ahaha).
Akhirnya setelah peluk sana-sini dan mengucapkan selamat jalan, saya dapat tidur dengan tidak tenang karena harus berpisah dengan mereka.
SABTU 8 NOVEMBER 2008
Hari ini rencananya kami akan pergi ke Borobudur setelah sarapan. Perjalanan diurus oleh Bu Darmawel (makasih Tante!). Di sana kami bertemu dengan anak-anak SI Moscow. Saya tidak menikmati perjalanan karena lelah dan panasnya. Kami akhirnya sampai kembali ke hotel jam 12 lebih. Saya selanjutnya mengganti baju dan mengurus barang-barang. Lalu kami berangkat ke Airport.
Di Airport, kami menjumpai anak-anak SI Moscow (lagi) dan SI Kuala Lumpur. Kamu juga menghadapi masalah karena Oza kehilangan Boarding Pass (yang akhirnya ditemukan di tong sampah) dan Shinta HP-nya ketinggalan.
Lalu kami berangkat ke Jakarta jam 4 sore. Di Jakarta, kami bertemu dengan SI Davao dan SRI Tokyo. Kami berangkat dari Jakarta ke Bangkok jam 10 malam. Saya tertidur pulas sampai jam 1:15 karena pesawat sudah mendarat di Bangkok. Kami dijemput oleh Pak Ruy, Pak Bekti, Bu Intan, Bu Agustina, Bu Erna, Pak Darmanto, Pak Budi, Pak Nyoto, Bu Sari, Keluarga Syifa, dll.