Kurang dari satu bulan proses latihan karya tari pasangan putra-putra untuk tingkat SMA dan putri-putri untuk tingkat SMP. Mulai dengan kerja keras yang tidak kenal waktu siang dan malam, kepuasan pada sebuah hasil yang maksimal kadang tidak memperhitungkan apapun, baik dana waktu atau sepirit. Walaupun kadang kerja semacam itu adalah melawan sebuah arus, yaitu kehidupan pada umumnya seseorang, sebab orang biasanya kerja cukup siang saja, sehingga kesempatan lain untuk istirahat cukup.
Tetapi lain halnya dengan seorang seniman, baik mayornya seni rupa, seni pertunjukan atau seni sastra, disiplin ilmu yang dianutnya sedikit berbeda karena perasaan ini berjalan terus sesuai dengan berjalannya waktu. Tidak bisa dihentikan walau keadaan baru dikamar kecil sedang buang air besar atau yang lainnya. Ide seseorang yang sudah tidak bisa diendapkan langsung diungkapkan dengan berbagai media, baik tulis atau dengan ungkapan media lain.
Inilah kehidupan yang tidak dapat saya pungkiri, sementara sekarang sudah berstatus guru dimana dituntut untuk mengajar pada waktu yang sudah ditentukan oleh sebuah struktur lembaga yang jauh dengan kondisi sosok seniman.
Walau bagaimanapun susahnya logika yang harus dijalankan, tetapi hasil yang didapat banyak manfaat bagi diri pribadi dan orang lain. Memang Allah maha bijaksana, karena kedua karya saya semua mendapat penghargaan, walau juara 3.
Biar bagaimanapun saya mengucapkan terima kasih yang tiada tara dengan berbagai pihak, kepada keluarga saya, Shinta, Grace, Reza, Ghalib, Bu Wur/Kepsek, teman2 guru SIB, anak2 SIB, dan semua yang mendukung terlaksananya kejuaraan tari ini khususnya, dan kejuaraan SILN 2008 SIB pada umumnya.
Amiin
By Agus




Komentar Terakhir